Archive for October, 2007

Tentang 2 Orang yang Duluan Pergi

Tuesday, October 9th, 2007

Menjelang lebaran seperti ini mengingatkanku pada suasana berkumpul dengan orang – orang yang kita cintai. Tetapi banyak juga orang-orang yang tidak bisa menikmati saat-saat bersama itu lagi. Entah karena pergi atau benar-benar “pergi”.

Aku sendiri dalam 2 bulan terakhir juga kehilangan 2 orang yang aku sayangi.

Yang pertama, seseorang yang sempat dekat dengan aku, dan "nyaris’” bisa membuat aku jatuh cinta sama dia, heheh…at least ada 1 hal yang belum bisa aku terima yang membuat aku yakin I was not tottaly in love with him. Setidaknya aku belum yakin aku bisa menerima dia apa adanya. He got cancer. Ini juga membuat dia menjalani hidup dengan begitu bersahaja. Tidak mengejar dunia, tetapi tetap dengan semangat hidup dan menebar kebaikan.

Aku tau, aku sebenarnya "takut" untuk kehilangan dia.

Dan tragisnya, dia memang meninggal muda, tetapi bukan karena kanker-nya melainkan karena kecelakaan sepeda motor di Kalasan, sepulang dari mengunjungi adik dari temannya yang baru divonis kanker!

Sejak dia mengidap kanker, dia memang begitu peduli dengan orang-orang dengan kanker lainnya, sehingga begitu mendengar ada yang divonis, dia akan datang dan memberikan suport dan menerapi dengan reiki yang ditekuninya.

Satu hal yang membuat aku bersyukur, setelah “hubungan tak jelas kami”, karena kesibukan kami sempat lost contact sekitar 2 bulan. Ketika itu aku padat-padatnya keluar kota. Jadi tidak merasa kehilangan.

Juli kemaren, saat transit di bandara Jakarta waktu mau ke Jogja, entah kenapa aku teringat dia. Ingat dengan ucapannya, jika aku ke Jogja harus memberi tau dia. Karena selama ini base-nya memang Semarang dan Jakarta. Maksudnya biar kita ketemuan gitu. Karena selama ini kita beberapa kali ketemuannya memang saat aku tugas di Jakarta dan pas di Jogja kemaren.


And u know what? Balasan sms-nya malah memberikan kabar kalo dia akan menikah besok! Kaget banget kan gw. Karena selama ini, dia ngga pernah crita2 apa2.  Padahal crita keluarganya yang broken dan masa kecilnya iya. Kaget, krn kalo selama ini tnyata dia emang punya pacar, di mana ceweknya ketika dia menghabiskan malam2nya dengan sms dan telp ke aku? di mana ceweknya ketika dia di UGD menunggu setelah kakaknya divonis dokter harus operasi? ketika dia meng-smsku pagi2 jam 7 cuma bilang kalo dia sedang menikmati udara pagi di kampungnya? ketika "menikmati " nyeri sakitnya kambuh atau ngotot kalo aku harus dengerin Letto, dan sms2 "ngga penting banget" lainnya……

Tapi aku tetap cool aja dengar kabar bgitu, bahkan minta alamat lengkap tempat nikahnya di Semarang, karena kalo sempat bisa saja aku maen ke semarang. Toh jogja-smarang cuma 3 jam. Aku hanya "melampiaskan" rasa aneh di hatiku dengan men-delete message2 nya yang ada di inbox-ku. Pesan2 yang membuatku bisa tersenyum dan berkesan lainnya. Semua, hanya 1 yang aku sisakan, dan kupindahkan ke folder khusus. Entah knapa, aku suka sekali sms itu, karena bisa membuatku smangat.

"kamu itu orangnya optimis dan bersemangat yaa" (5 Maret 07)

Aku ingat kenapa dia meng-smsku begitu. Saat dia menjadi melow dengan penyakitnya. Pertanyaannya mulai ngawur. sms2nya, sampai dia menanyakan,"Kenapa harus ada HIV ya?" yang aku jawab dengan iseng,"supaya gw ada kerjaan kali, hehehe.." Aku cuma ga ingin dia sedih, itu aja.

Dan, alhamdulliah dia sempat mrasakan indahnya pernikahan. Tepat 3 minggu dari pernikahannya, dia meninggal. Dan ketika aku menelpon ke hp (sebenarnya yang bicara bukan aku, tapi temanku, karena aku ngga bisa ngomong lagi) nya dan bicara dengan istrinya, istrinya begitu tabah dan tegar. Suara-nya ikhlas banget. Bersyukur sekali dia mendapatkan istri yang begitu kuat. Itulah takdir Allah. Allah Maha Tau apa yang terbaik buat hamba Nya. Makanya kita harus ber-positif thinking selalu kepada Nya.

Kehilangan yang kedua adalah tentang Panca. Belum 1 tahun  kenal, tapi kita cukup dekat. Sama dengan yang pertama, Panca juga slalu meng-sms ku malam2. Dengan ucapan ptamanya, "dah tidur kak?". Jika aku respon, kemudian dia crita macam2…curhat, atau bahkan kadang aku juga "curhat" sama dia.

Sama juga dengan yang pertama, ada 1 sms dia yang tidak kuhapus2 dan kupindahkan ke folder khusus di hp.

"..ehm, iya2.sory lupa kalo dulu kk pernah cerita…kalo gitu ke mlaboh aja kak :) panca cm ksh msukan kak..coba di baca

surat

Yusuf dan Al Munthahah shabis subuh..sbnarnya kk hanya ragu dengan diri kk sendiri..dan slalu bertanya dlm dr kk sendri dengan ‘apa dia cocok dengan aq’, nah ptanyaan itu yg kdg mbuat kk jd gak lepas, kk jadi terbebani, pdhl jika kk coba jalan dan berani kk akan tau apa dia "aneh" ato tdk..optimis ya kakak ku, tak akan lari gunung dikerjar, bahagia akan datang pada waktunya kak…" ( 5 Mei 07)

waktu itu aku hanya ketawa sembari berujar, "hehe..sok tau deh", karena rasanya saat itu aku emang lagi ngga ada cowo yang lagi di-te pe in. tapi karena berniat juga mau mengikuti anjurannya (baca surat2 tertentu) aku save (dan maaf Panca, hingga saat ini kk belum sempat ikuti anjuranmu..) smsnya kusimpan….

Hik…2 orang yang sempat dekat. 2 orang yang sudah pergi dengan cara yang sama (kecelakaan speda motor) dan sama2 meninggalkan sms di "my folder" hp. Aku jadi sdikit “trauma” untuk menyimpan sms orang lama2 atau memindahkannya ke folder khusus, tapi aku tau itu hanya kebetulan. Sudah takdirnya begitu.

Selamat jalan sahabat, kami di sini juga hanya menunggu giliran. Smoga kalian memang hamba2 yang terpilih di sisi Nya sehingga mati dengan begitu muda. Meskipun muda, aku yakin apa yang sudah pernah kalian lakukan meninggalkan pelajaran yang berharga bagi banyak orang. Love you guys!

10 Okt 07